Dimana penyanyi cilik kita? Dunia hiburan Indonesia, khususnya musik, saat ini sangat fakir terhadap kehadiran penyanyi cilik. Kilas balik ke arah tahun 70-an, Indonesia boleh dibilang kaya akan penyanyi cilik. Banyak bintang-bintang cilik kita yang turut berperan meramaikan dunia musik Indonesia kala itu, sebut saja Diana Papilaya, Dina Mariana, dua orang kakak beradik Iyut dan Adhi Bing Slamet, Ira Maya Sopha, dan Chicha Koeswoyo. Profil dan lagu-lagu mereka sangat melegenda dan sangat populer hingga saat ini masih sering dinyanyikan oleh sebagian anak-anak kecil negeri ini.
![]() |
![]() |
![]() |
|
![]() |
Lalu pada dekade selanjutnya yakni pada sekitar tahun 80-an, muncul generasi-genarasi baru penyanyi cilik Indonesia seperti Enno Lerian yang terkenal dengan lagu-lagunya seperti Dakocan, Nyamuk-nyamuk Nakal, Semua Ada Disini, Dudidam dan masih banyak lagi. Selain Enno Lerian kita masih punya Agnes Monica yang memulai karirnya dari seorang penyanyi cilik dengan tiga buah album anak-anak yang dihasilkan. Agnes Monica pun sempat berduet dengan penyanyi cilik lainnya yakni Bondan Prakoso.
Ria Enes bersama karakter Suzan ciptaannya pun mampu menggaet popularitas yang menakjubkan. Karakter Suzan yang dia ciptakan dengan suara yang kecil melengking mampu membuat hati anak-anak Indonesia merasa terhibur dan gemas. Kemampuan Ria Enes dalam berbicara dengan dua suara atau yang sering disebut ventriloquisme/ventriloquism memang cukup langka pada masa itu. Dan hal ini disadari betul telah mendongkrak popularitasnya sebagai penyanyi cilik. Kendati usianya pada masa itu sudah memasuki usia remaja, namun karena seni ventriloquisme yang ia kuasai ia pun mampu merangkul segmen anak-anak untuk mengidolakannya. Lagunya yang sangat terkenal adalah Suzan Punya Cita-cita.
![]() |
|
![]() |
![]() |
Selanjutnya kalau kita berbicara kata “Ci Luk Ba”, secara otomatis ingatan kita akan dibawa ke arah sosok penyanyi cilik dengan rambut panjang yang sangat lincah, siapa lagi kalau bukan Maissy. Dalam setiap penampilannya gadis cilik ini selalu dapat membangkitkan rasa gembira karena kelincahan gayanya. Sedangkan untuk grup trio penyanyi cilik yang sangat terkenal pada era tersebut adalah Trio Kwek Kwek yang digawangi oleh Leony Vitria Hartanti, Dhea Ananda, dan Affandy. Lagu Katanya dibawakan dengan apik oleh ketiga bocah cilik ini.
Selain beberapa penyanyi tersebut di atas, kita masih punya banyak lagi penyanyi cilik lainnya seperti Melissa yang terkenal dengan “Abang Tukang Bakso”-nya, lalu ada Cindy Cenora yang membawakan lagu penuh dengan pesan moral yang bertajuk “Aku Cinta Rupiah”. Lagu ini menganjurkan kepada kita semua agar mencintai mata uang negeri kita sendiri. Dengan gayanya yang centil gadis kecil ini berhasil melejit bersama lagu andalannya tersebut. Satu lagi bocah cilik dengan gaya yang khas yakni selalu memutar-mutarkan lehernya ketika bernyanyi, masih ingat dengan dia? Ya, Tina Toon. Lagu Bolo Bolo berhasil ia bawakan dengan baik dengan gayanya yang menggemaskan.
Gaya manja dan amat menggemaskan juga dimiliki oleh penyanyi cilik kita yang satu ini, Tasya dengan lagunya Gembira Berkumpul, Jangan Takut Gelap dan masih banyak lagi. Dengan gaya yang sama bersama lagu Cit Cit Cuit, Joshua dengan aksen Jawanya yang khas juga berhasil merebut perhatian berjuta pecinta lagu anak. Sedangkan penyanyi cilik yang satu ini, Sherina, tampil dengan kematangan vokal untuk ukuran anak-anak seusianya kala itu. Pada akhir tahun 90an Sherina menghadirkan sebuah album yang berisikan lagu-lagu karya Elva Secioria dan album tersebut bertajuk “Andai Aku Besar Nanti”.
![]() |
![]() |
Beberapa masa itu memang benar-benar merupakan masa-masa ketika penyanyi cilik benar-benar mendapatkan perhatian dari seluruh masyarakat. Tampil sesuai karakter seorang anak kecil yang polos, dengan syair lagu yang sesuai dengan usianya memang merupakan sebuah karya yang luar biasa, penyanyi-penyanyi cilik kita tetap mampu berjalan beriringan dengan penyanyi-penyanyi dewasa lainnya yang sedang melonjak namanya. Ini sebuah fenomena dimana persaingan yang sehat dalam industri musik benar-benar tercipta kala itu. Namun untuk saat ini, penyanyi cilik merupakan suatu hal yang kerap luput dari lirikan industri musik kita saat ini. Sungguh cukup disayangkan, karena anak-anak kita tetap butuh musik untuk didengar dan dinikmati yang sesuai dengan usia mereka, bukan lagu-lagu tentang cinta, patah hati, dll. Dimana lagu-lagu tersebut lebih cocok untuk orang dewasa, bukan anak-anak. Adapun beberapa penyanyi cilik Indonesia yang tergabung dalam grup yang baru-baru ini memasuki ranah permusikan kita, seperti The Lucky Laki dan Coboy Junior. Diharapkan kehadiran mereka mampu mewakili kerinduan anak-anak kita terhadap lagu dan musik yang sesuai dengan usianya. Semoga tanah air ini tak pernah mengesampingkan keutamaan karya terhadap lagu anak-anak Indonesia. Salam Musik Indonesia.